evident.or.id

Blog

Blog

Recent Post

Kolonialisme Kognitif: AI Berpikir, Maka Aku Ada?

René Descartes pernah menulis, “aku berpikir, maka aku ada.” Berpikir dipahami sebagai proses paling personal—ruang di mana manusia menjadi subjek...

When Policy Reports Become Marketing Gimmicks: Indonesia’s Growing Pseudo-Data Problem

In Indonesia’s policy ecosystem, reports have become powerful political weapons. Wrapped in the language of “evidence” — with neat graphs...

This Is What Colonialism Sounds Like Now

It’s easy to diagnose dysfunction from the comfort of Manhattan — from a city that so often mistakes its own...

Siapa Pemuda Indonesia Hari Ini?

Setiap tanggal 28 Oktober, negeri ini kembali berhenti sejenak. Spanduk dipasang, lagu perjuangan diputar, pidato tentang semangat pemuda dikumandangkan. Kita...

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran dalam Secangkir Kopi

Kalau mau tahu ke mana arah ekonomi dan iklim Indonesia bergerak, jawabannya tidak selalu ada di ruang sidang atau trending...

Refleksi HUT TNI: Bukan Rambo, Bukan Sambo

Setiap peringatan hari lahir TNI, perdebatan muncul adalah “haruskah TNI kembali ke barak” atau “Dwifungsi TNI”. Di tengah arus deras...

Logika Sesat di Balik Kenaikan Harga Ayam dan MBG

Harga daging ayam kembali naik, dan seperti biasa, skena politik ikut memanas. Kita buru-buru mencari kambing hitam. Lembaga riset CELIOS...

Bukan Surat Cinta, Patriot Bond adalah Negosiator Kapitalisme

Di linimasa X, Patriot Bond digambarkan sebagai sinetron politik: oligark baris rapi, rezim di panggung utama, dan uang sebagai tiket...

“Gue Bayar Pajak, Jadi Gue Berhak Bersuara?”

Kalimat ini sering muncul di linimasa media sosial: “Gue bayar pajak, jadi gue berhak bersuara.”Kalimat pendek, terdengar gagah, dan penuh...
Scroll to Top